Langsung ke konten utama

Apakah sinar biru memang berbahaya bagi mata kita?

Belakangan sedang trend bahaya sinar biru bagi kesehatan mata kita, apakah benar demikian atau ini hanya sekedar trick merk2 lensa dalam memasarkan lensa anti blue ray? Jawabannya: iya, sangat berbahaya !!!

Kenapa?

Spectrum sinar yang di terima oleh mata kita berasal dari sinar Matahari maupun artificial light (seperti lampu, sinar gadget, komputer dan sejenisnya). Artificial light mengandung sinar biru yang berbahaya bagi mata kita. Hanya tingkatannya yang berbeda2 dari setiap sumber, yang paling besar berasal dari gadget, komputer atau perangkat elektronik lainnya yang sejenis, yang kita gunakan setiap waktu.

Mata kita dapat melihat sinar dengan panjang gelombang >400nm, sinar UV yang berbahaya bagi mata mempunyai panjang gelombang <400nm. Sinar Biru mempunyai panjang gelombang 415nm-455nm, sehingga dapat terlihat oleh mata kita, beda dengan sinar UV yang mempunyai panjang gelombang kurang dr 400nm. Sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa sinar biru lebih berbahaya daripada sinar UV karena dampaknya akan langsung terlihat dan terasa oleh mata kita.

Perlu diingat tidak semua sinar biru berbahaya bagi mata kita, sinar biru ada 2 macam: biru ungu dan biru tosca. Sinar biru tosca sangat menguntungkan bagi kesehatan kita secara keseluruhan dan membantu siklus tidur/bangun anda. Terutama pada anak2, dimana mata anak2 masih sangat membutuhkan sinar biru tosca untuk perkembangan mata anak, terutama melatih refleks penyempitan pupil, yang merupakan perlindungan alami retina melawan paparan sinar yang berlebihan.


Tetapi sinar biru ungu yang sangat berbahaya bagi mata kita, yang dapat menyebabkan ketegangan dan kelelahan (Eye Strain) pada mata anda setiap hari. Beberapa gejala penyakit akibat ketegangan pada mata (digital eye strain) diantaranya adalah sakit kepala (pusing), penglihatan kabur, susah tidur, serta mata terasa kaku dan tegang. Kaitannya dengan kebutaan, ketegangan pada mata menempati peringkat ketiga dalam penyakit penyebab kebutaan. Hasil penelitian yang di lakukan di Amerika menyatakan bahwa sekitar 60 % orang dewasa mengalami (digital eye strain) yang diakibatkan oleh penggunaan ponsel pintar, televisi, tablet dan beberapa gawai (gadget) lainnya secara terus-menerus. Semakin meningkatnya pengguna gadget, maka akan semakin banyak yang menderita gejala digital eye strain.

Seiiring bertambahnya usia kita, sinar biru ungu dapat menimbulkan kerusakan retina pada mata kita, atau istilah kedokteran nya dikenal sebagai AMD  dan sampai sekarang tidak ada metode kedokteran yang dapat menyembuhkannya. Disamping itu pula efek sinar biru ungu yang berlebihan terutama pada malam hari dapat menurunkan hormon Melatonin, yang menimbulkan susah tidur di malam hari. Defisiensi atau kekurangan hormon Melatonin akan menyebabkan kesulitan tidur atau insomnia, tidur tidak nyenyak, pembesaran prostat, depresi, kelelahan, siklus haid tidak teratur, gelisah, sindrom premenstruasi (PMS), katarak, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung (Aritmia).


Apa itu AMD (Age-Related Macular Degeneration)?
Suatu kondisi kerusakan Retina mata pada bagian Macular yang berfungsi untuk ketajaman dan focus mata pada object lurus, seperti melihat wajah seseorang, mengemudi, membaca, menulis dan intermedite activities. Macular adalah bagian dari retina yang berfungsi sebagai penglihatan tengah,penderita degenerasi makula akan mengalami gangguan pada penglihatan sentralnya karena  sel pada macularnya sudah rusak akibat paparan sinar UV dan sinar biru ungu, sayangnya penyakit ini belum bisa disembuhkan dan merupakan penyebab kebutaan.AMD Tingkat Akhir (Advanced Neovascular AMD), kacamata tidak akan membantu penglihatan, tindakan medis adalah salah satu cara untuk membantu penglihatan 50%-60% normal kembali  (Injections Retina, Photodynamic Therapy & Laser Surgery)

Itulah kenapa kita memerlukan lensa anti blue ray yang berkwalitas bagi mata anda. Sekarang ini banyak sekali product lensa anti blue ray dengan harga murah (150k-300k), apakah kwalitas sama dengan yang ditawarkan brand2 ternama seperti Essilor, HOYA, NIKON & Carl Zeiss?. Jawabannya tidak sama, perbedaannya terletak pada sinar biru yang diterima mata kita. pada lensa anti blue ray yang murah, semua lensa biru dibelokkan semua! termasuk sinar biru tosca yang sangat menguntungkan bagi kita terutama anak2. Perlu diingat brand2 ternama sebelumnya memerlukan riset labotarium bertahun2, yang akhirnya mereka berani mengeluarkan lensa anti Blue Ray yang benar2 berkwalitas.

Apabila anda pernah melihat demo lensa anti Blue Ray yang murah, dimana bila ditembakkan sinar blue ray, semua sinar biru tidak ada yang menembus ke sisi dalam lensa. Beda dengan lensa anti blue ray yang berkwalitas, dimana ada sinar biru yang menembus ke sisi dalam lensa yaitu sinar biru tosca (Light Scan Technology)

Essilor Crizal Prevencia merupakan lensa yang memberikan full protection terhadap sinar UV dan blue light. Berkat teknologi Light Scan, sinar biru tosca yang berguna sekali bagi kesehatan kita diteruskan ke mata kita dan memblock sinar biru ungu yang berbahaya bagi mata. Pada Essilor Crizal Prevencia juga sudah terdapat lapisan anti UV terbaik sekarang ini dengan ESPF-25 (25x melindungi mata apabila menggunakan lensa tanpa anti UV), dimana lapisan UV terdapat pada pada bagian luar dan sisi lensa. Lapisan UV pada Essilor Crizal Forte UV dan Crizal Prevencia, sangat membantu kita untuk mengurangi silau terutama saat kita berkendaraan pada malam hari.  Lapisan Crizal pada product Essilor membuat lensa kita sangat jernih, licin, anti refleksi, lebih tahan terhadap goresan disamping itu debu & air tidak mudah menempel pada lensa.



Kesimpulan:
Dari apa yang sudah jelaskan diatas, apakah 'worth it' anda membeli lensa blue ray yang berkwalitas demi kesahatan mata anda terutama anak2? Kembali kami hanya bisa memberikan advise terbaik untuk kesehatan mata anda, keputusan tergantung anda dalam membeli lensa anti blue ray yang berkwalitas, seperti Essilor Crizal Prevencia. Terima kasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silau berkendaraan pada malam hari? Solusinya yaitu Crizal Drive !!!

Kita menghabiskan banyak waktu di jalan namun masalah yang sama selalu muncul pada saat kita mengemudi terutama pada malam hari. Apakah anda pernah mengalami pantulan cahaya dan silau pada saat berkendaraan terutama malam hari, baik dari lampu kendaraan, lampu lalu lintas, lampu jalan, lampu2 reklame dan banyak lagi, kami yakin anda pernah mengalaminya. Anda tau bahwa refleksi dan silau sangat berbahaya bagi kesalamatan anda dan orang lain yang berada di kendaraan anda, karena sangat menggangu penglihatan anda loh..

Akhirnya telah hadir di Indonesia, yaitu Essilor Crizal Drive (per16 April 2018) yang akan memberikan pengalaman baru untuk penglihatan yang lebih jelas pada saat malam hari dengan mengurangi pantulan cahaya.









Crizal Drive dirancang khusus untuk membantu anda melihat dengan jelas untuk berkendaraan siang dan malam, AMAZING bukan!!! Dioptimalkan untuk mengemudi malam hari,  Crizal drive mampu mengurangi refleksi/pantatulan cahaya hingga 90% dibandingkan dengan lensa biasa. In…

Mengapa harga lensa progresif bisa sampai jutaan?

Pernah mendengar pepatah "Apa yang kamu bayarkan, itu yang kamu dapatkan". Pepatah ini berlaku juga pada
kwalitas lensa, yang dalam hal ini kami bahas khusus tentang lensa progresif.

Lensa progresif itu ada 3 tingkat desain, yang kami coba jelaskan dr yang termurah ke yang termahal.


Tingkat 1, adalah yang termurah (harga berkisar 300k-400k), jenis progresif ini menggunakan
teknik penggosokan konvensional/traditional, atau sekarang ini dinamakan desain PAL. Dimana hanya pada bagian luar lensa saja. Jelas abrasi/distorsi kiri kanan
lensa sangat besar dan luas pandang jauh dan membaca menjadi sangat sempit.

Tingkat 2, untuk berbagai macam merk lensa namanya berbeda2 misalnya pada Essilor (Varilux Liberty 3.0, Comfort 3.0 dan Pyhsio 3.0),
HOYA (Aplitude Dynamic, Summit Dynamic dan Premium Dynamic), dan sebagainya.
Pada tingkat 2 ini istilah umumnya desain Free Form/Digital, dimana penggosokan pada bagian dalam lensa.
Sehingga memberikan kenyamanan yang lebih dr tingkat 1, teruta…

Perbedaan Essilor Sunsations, Transitions VII dan Xtractive

Kami akan mecoba menjelaskan perbedaan dari 3 Jenis Product Essilor Indonesia (Sunsations, Transitions VII dan Xtractive Trans VII), yang banyak custumer kami tanyakan.

1. Essilor FSV Sunsations 1.56 Crizal, merupakan jenis Photocromic Standard dari Essilor. Pada Photocromic yang sejajar dengannya, Sunsations sudah lebih baik dari segi kegelapan dan kecepatan perubahan serta memiliki lapisan coating Crizal yang jernih dari Essilor. Product ini diperuntukkan untuk orang yang menginginkan lensa Photocromic dengan lapisan jernih dan licin dari Crizal yang cukup baik dengan harga yang terjangkau(Rp. 575.000;)


2. Transitions VII, merupakan lensa Adaptive yang sangat baik dari Essilor, dengan kegelapan yang lebih gelap sekitar 72%, serta perubahan kegelapan/kembali jernih saat di dalam ruangan yang sangat cepat. Jernih didalam ruangan hampir sama dengan jenis lensa clear. Tersedia dengan pilihan coating crizal yang lebih lengkap (Crizal Forte UV, Crizal Optifog dan Crizal Prevencia). Dengan t…